Posted in

Sentil Kebijakan Luar Negeri, Din Syamsuddin Minta RI Berani Tekan AS dan Israel

Din Syamsuddi saat menghadiri halalbihalal bersama para tokoh ummat dan Badan Koordinasi Mubalig Indonesia (Bakomubin) Provinsi Riau di Grand Suka Hotel Pekanbaru, Kamis (9/6/2022)

Jakarta – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Din Syamsuddin, melontarkan kritik tajam terhadap inisiatif Board of Peace di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. 

Din menilai skema perdamaian yang digagas oleh Donald Trump tersebut hanyalah kamuflase politik yang ujungnya justru menguntungkan Israel dan merugikan perjuangan rakyat Palestina.

Dalam keterangannya pada Rabu (4/3/2026), Din juga menyoroti sikap pemerintah Indonesia yang dinilainya keliru dalam merespons dinamika geopolitik global saat ini.

Kritik Langkah Presiden dan Posisi Indonesia

Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini secara terbuka menyayangkan pernyataan Presiden Republik Indonesia terkait jaminan keamanan bagi Israel.

“Sayangnya Presiden Indonesia terperdaya dengan skenario itu dan tanpa sadar serta di luar nalar berujar Israel harus dijamin keamanannya, padahal Israel yang melakukan genosida atas rakyat Palestina,” tegas Din kepada inilah.com.

Lebih lanjut, Din menilai Indonesia saat ini tidak berada pada posisi strategis untuk tampil sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah. Menurutnya, langkah mediasi akan sia-sia karena dua faktor utama:

Ketiadaan Daya Tawar: Indonesia dinilai kekurangan political leverage (pengaruh politik) yang kuat di kancah global untuk menekan pihak-pihak yang bertikai.

“Apa gunanya bergabung dalam Board of Peace bikinan Donald Trump kalau tidak berani menegurnya? Kalau ingin ke Iran, itu adalah pikiran dan langkah salah kaprah dan akan dituduh membawa misi Israel dan Amerika Serikat. Bukankah keduanya yang memulai serangan dan mengganggu kedaulatan negara lain?” cecar Din. Syarat utama jika RI ingin menjadi penengah, imbuhnya, adalah berani menekan AS dan Israel untuk menghentikan agresinya.

Seruan Persatuan Umat dan Peran Aktif OKI

Di tengah polarisasi yang memanas akibat perang, Din juga mengeluarkan seruan penting bagi umat Islam secara global agar tidak mudah masuk ke dalam jurang konflik sektarian yang sengaja diciptakan untuk memecah belah.

Ia secara khusus mengingatkan agar umat Islam tidak terhasut oleh isu-isu yang mempertentangkan kelompok Sunni dan Syiah di tengah sentimen pro dan kontra terhadap Iran maupun negara-negara Arab lainnya.

Sebagai solusi kelembagaan, Din mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil langkah konkret. “OKI agar aktif dan responsif membela kepentingan Dunia Islam,” pungkasnya.

Sumber: Inilah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *